Dua dekade bukan sekadar angka, tapi merupakan perjalanan yang dibangun dari begitu banyak pertemuan, ide, kolaborasi, kreativitas, dan cerita yang terus berkembang. Memasuki usia ke-20, Senayan City menandai perjalanan tersebut melalui rangkaian perayaan yang mempertemukan fashion, culture, creativity, dan meaningful experiences.
Salah satu highlight utama hadir melalui Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit, yang berlangsung pada 18–26 September 2026. Memasuki edisi ke-20, Fashion Nation kembali menjadi ruang pertemuan bagi desainer, fashion institutions, creative communities, media, serta fashion enthusiasts untuk melihat bagaimana lanskap mode Indonesia terus bergerak dan berevolusi.
The Icon Edit: Merayakan Evolusi Fashion Indonesia
Mengusung tema The Icon Edit, Fashion Nation tahun ini menghadirkan rangkaian fashion presentations dan collaborations dengan karakter serta perspektif yang beragam. Established designers bertemu emerging talents, sementara institusi fashion dan creative voices dari berbagai generasi hadir dalam satu perayaan yang merefleksikan luasnya ekosistem fashion Indonesia.
Opening Fashion Nation pada 18 September dibuka melalui The Era Runways, menampilkan Mel Ahyar Archipelago dan TOTON sebagai opening designers. Mel Ahyar Archipelago membawa koleksi Tanö Niha, sebuah interpretasi Wastra Modern Couture yang mengambil inspirasi dari kebudayaan Nias, mulai dari arsitektur, ornamen hingga busana upacara yang diterjemahkan ke dalam siluet kontemporer.
Sementara itu, TOTON menghadirkan TEMPAAN KALA, kelanjutan dari koleksi KALA, melalui kolaborasi dengan JEUMPA. Koleksi tersebut menonjolkan pengerjaan tangan dan teknik artisan yang berakar pada tradisi kriya, sekaligus membawa gagasan slow and conscious making di tengah percepatan industri fast fashion.
Dari Runway hingga Creative Community
Perjalanan Fashion Nation berlanjut melalui program yang memperlihatkan beragam wajah fashion Indonesia.
Nama-nama seperti Peggy Hartanto, Sean Sheila, TOTON, Friederich Herman, Wilsen Willim, Mel Ahyar, Yosafat Dwi Kurniawan, serta berbagai desainer dan label lainnya turut hadir dalam rangkaian perayaan tersebut.
Salah satu agenda yang turut mencuri perhatian adalah KANVAS BUDAYA, kolaborasi Senayan City dengan IFDC. Program ini mengeksplorasi fashion, identitas, dan ekspresi kreatif Indonesia, mempertemukan berbagai nama dari lintas generasi dalam sebuah perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan mode Tanah Air.
Fashion with Purpose
Di balik kemewahan runway dan presentasi mode, Fashion Nation 20th Edition juga membawa dimensi sosial. Melalui Draft, pop-up store yang dihadirkan IFDC untuk pertama kalinya di Lower Ground Senayan City, pengunjung dapat menemukan kemeja putih hasil kolaborasi para desainer IFDC dengan Cotton USA.
Yang menjadikannya semakin bermakna, seluruh hasil penjualan kemeja tersebut akan didonasikan untuk mendukung komunitas yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Sebuah pengingat bahwa fashion dapat menjadi medium untuk menciptakan karya sekaligus memberikan kontribusi nyata.
Essence & Presence: Dua Dekade yang Diabadikan
Perayaan 20 tahun Senayan City tidak berhenti pada fashion. Melalui Essence & Presence, sebuah coffee table book yang merangkum perjalanan Senayan City selama dua dekade, berbagai milestone dan cerita dari tenants, designers, creative partners, media, hingga collaborators diabadikan dalam sebuah karya yang bersifat personal sekaligus kolektif.
Sebanyak 20 eksemplar edisi tersebut dipersembahkan kepada sejumlah VIP tenants dan partners sebagai bentuk apresiasi, sebelum kemudian didistribusikan secara terbatas dan ditempatkan di sejumlah executive serta luxury lounges terpilih.
Sementara di Ground Floor, The Passage of Presence hadir sebagai instalasi abstrak yang terinspirasi dari angka 20. Instalasi ini menjadi representasi visual perjalanan Senayan City, tentang perubahan, dinamika, dan berbagai momen yang membentuk identitasnya selama dua dekade.
The Story Continues
Dua puluh tahun perjalanan Senayan City pada akhirnya bukan hanya tentang melihat kembali masa lalu. Ia menjadi titik untuk melihat bagaimana fashion, kreativitas, budaya, dan lifestyle akan terus menemukan bentuk baru.
Melalui Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit, Senayan City kembali menempatkan fashion sebagai ruang dialog, antara heritage dan modernity, established names dan emerging talents, craftsmanship dan contemporary expression.
Karena sebuah icon tidak hanya lahir dari waktu. Ia dibentuk oleh perjalanan, relevansi, dan kemampuan untuk terus berevolusi.























