The F People
  • Home
  • People
  • Style
  • Beauty & Wellness
  • Travel & Gourmet
  • Engine
  • Highlight
  • Opinion
  • THE F INSIDER
No Result
View All Result
  • Home
  • People
  • Style
  • Beauty & Wellness
  • Travel & Gourmet
  • Engine
  • Highlight
  • Opinion
  • THE F INSIDER
No Result
View All Result
The F People
No Result
View All Result
Home Highlight

Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

Ellen GbyEllen G
19 September 2026
in Highlight
0
Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kertas mungkin terlihat sederhana, namun di tangan seniman, material sehari-hari ini dapat menjadi medium yang menyimpan memori, identitas, sejarah, sekaligus berbagai kemungkinan baru. Gagasan tersebut menjadi titik berangkat Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, sebuah pameran yang mempertemukan 63 seniman, kolektif, dan peneliti Indonesia di ISA Art Gallery at Wisma 46, Jakarta.

Berlangsung pada 19 September hingga 27 November 2026, pameran ini mengambil judul dari The Paper Menagerie karya Ken Liu. Namun, Paper Menagerie #3 tidak sekadar berbicara tentang kertas sebagai material. Pameran ini melihat bagaimana kertas mampu menjadi pembawa narasi dan mempertemukan beragam praktik, generasi, pengalaman, serta bentuk pengetahuan dalam satu ruang.

Berangkat dari prinsip Bhinneka Tunggal Ika, On Equal Grounds tidak berusaha menghadirkan satu definisi tunggal tentang seni Indonesia. Sebaliknya, pameran ini menciptakan sebuah bidang bersama tempat berbagai perspektif dapat hadir berdampingan tanpa ditempatkan dalam hierarki tertentu.

Paper as Memory

Dalam pameran ini, memori hadir bukan hanya sebagai sesuatu yang tersimpan dalam pikiran. Ia dapat melekat pada objek, sensasi, gambar, pengalaman, maupun tempat.

Restu Ratnaningtyas, Anastasia Astika, Suvi Wahyudianto, Arum Dayu, dan Jim Allen Abel mengeksplorasi jejak material dan sensorik sebagai fragmen dari sesuatu yang mungkin telah berlalu. Sementara itu, Meliantha Muliawan, TEMPA, Dewi Fortuna Maharani, Erna Garnasih, Muhammad Revaldi, dan Luh’De Gita memperluas pembacaan memori melalui pengalaman personal, warisan budaya, lanskap, dan waktu.

Kertas kemudian menjadi semacam ruang penyimpanan yang fleksibel, mampu membawa, merekonstruksi, dan menghadirkan kembali lapisan sejarah. Lanskap tidak diposisikan sekadar sebagai latar, melainkan sebagai ruang aktif tempat sejarah, pengalaman hidup, praktik budaya, dan proses ekologis terus terakumulasi.

Between Archive and Resistance

Salah satu kekuatan Paper Menagerie #3 terletak pada kemampuannya melihat kertas sebagai arsip sekaligus medium untuk mempertanyakan apa yang dicatat, apa yang diingat, dan apa yang akhirnya menjadi terlihat.

Agung Eko Sutrisno, Ferial Afiff, Meicy Sitorus, dan Enggar Rhomadioni menggunakan kertas untuk membawa narasi personal, budaya, dan sejarah. Di sisi lain, ruangrupa, Riono Tanggul, Mujahidin Nurrahman, Sillyndris, Res Harris, Amenk, Adi Dhigelz, Amy Zahrawaan, serta Anita Bonit dari Grafis Huru Hara mengeksplorasi bagaimana narasi, realitas sosial, dan sistem kekuasaan dapat dipertanyakan maupun direkonstruksi.

Di sini, kertas memperoleh makna yang lebih luas. Sifatnya yang aksesibel, reproduktif, dan fleksibel membuatnya dapat menjadi medium pertukaran, imajinasi, perlawanan, hingga protes.

Material, Process, and the Unexpected

Pameran ini juga memperlihatkan bagaimana karakter fisik kertas dapat memengaruhi proses penciptaan karya. Eksperimen, intuisi, revisi, akumulasi, serta hasil yang tidak selalu dapat diprediksi menjadi bagian dari perjalanan artistik.

Adriel Arizon, Naela Ali, Addy Debil, Budi Santoso, Galih Adika, Ardi Gunawan, Ida Lawrence, dan Igi Anjangbiani mengeksplorasi kemungkinan tersebut melalui pendekatan yang eksperimental. Sementara Soni Irawan, Rega Ayundya Putri, Dian Mayang Sari, dan Dapott Kesuma menantang nilai yang sering dilekatkan pada material sehari-hari, terbuang, dan terabaikan.

Beragam praktik lainnya turut memperlihatkan bagaimana kertas dapat membawa sejarah dan tradisi sekaligus mengalami transformasi melalui proses artistik dan interaksi. Nama-nama seperti Widi Pangestu, Jumaadi, Labtek Apung, Iwan Effendi, Dika+Lija, Jompet Kuswidananto, Andika Namaste, Rafi Nur Fauzi, dan Rudi Hermawan dari Krack! menjadi bagian dari lanskap tersebut.

On Equal Grounds

Pada akhirnya, Paper Menagerie #3: On Equal Grounds menghadirkan kertas sebagai sebuah bidang pertemuan. Di atasnya, pengalaman, sejarah, identitas, dan cara berkarya yang berbeda dapat hadir tanpa kehilangan karakter masing-masing.

Kertas membawa jejak dari apa yang pernah diingat dan dicatat. Namun sifat materialnya juga memungkinkan jejak tersebut untuk ditransformasikan, ditafsirkan kembali, bahkan dibaca dari perspektif yang berbeda.

Dengan mempertemukan 63 seniman, kolektif, dan peneliti Indonesia, pameran ini menciptakan ruang di mana beragam narasi tidak harus menjadi seragam untuk dapat berdampingan. Justru melalui perbedaan tersebut, hubungan-hubungan baru dapat muncul.

Previous Post

Ashva Swiss-Belresort Ubud Resmi Dibuka, Merayakan Wajah Baru Luxury Hospitality di Bali

Ellen G

Ellen G

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
COCO BALI Diperkenalkan Dengan Rentetan Prestasi

COCO BALI Diperkenalkan Dengan Rentetan Prestasi

2 Januari 2026
CLARISSA & LIBARRON Made at Home, for the World

CLARISSA & LIBARRON Made at Home, for the World

3 Januari 2026
Living Eden: Di Antara Keindahan dan Kesadaran

Living Eden: Di Antara Keindahan dan Kesadaran

4 April 2026
Cincoro: Seni Merayakan Hidup Lewat Sebotol Tequila

Cincoro: Seni Merayakan Hidup Lewat Sebotol Tequila

23 Oktober 2025
Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

0
Why We’re Obsessed with Beauty Minis

Why We’re Obsessed with Beauty Minis

0

For The Year Of The Tiger, It’s Time To Roar!

0
Warung Turki : Merasakan masakan otentik Turki di Jakarta

Warung Turki : Merasakan masakan otentik Turki di Jakarta

0
Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

19 September 2026
Ashva Swiss-Belresort Ubud Resmi Dibuka, Merayakan Wajah Baru Luxury Hospitality di Bali

Ashva Swiss-Belresort Ubud Resmi Dibuka, Merayakan Wajah Baru Luxury Hospitality di Bali

18 September 2026
Bee Cheng Hiang Living World Alam Sutera: When a 90-Year Bakkwa Legacy Meets Modern Living

Bee Cheng Hiang Living World Alam Sutera: When a 90-Year Bakkwa Legacy Meets Modern Living

18 September 2026
MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon, Merayakan Perjalanan Perempuan dalam Jewelry, Art, Fashion, dan Luxury Experience

MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon, Merayakan Perjalanan Perempuan dalam Jewelry, Art, Fashion, dan Luxury Experience

16 September 2026

Recent News

Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

19 September 2026
Ashva Swiss-Belresort Ubud Resmi Dibuka, Merayakan Wajah Baru Luxury Hospitality di Bali

Ashva Swiss-Belresort Ubud Resmi Dibuka, Merayakan Wajah Baru Luxury Hospitality di Bali

18 September 2026
Bee Cheng Hiang Living World Alam Sutera: When a 90-Year Bakkwa Legacy Meets Modern Living

Bee Cheng Hiang Living World Alam Sutera: When a 90-Year Bakkwa Legacy Meets Modern Living

18 September 2026
MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon, Merayakan Perjalanan Perempuan dalam Jewelry, Art, Fashion, dan Luxury Experience

MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon, Merayakan Perjalanan Perempuan dalam Jewelry, Art, Fashion, dan Luxury Experience

16 September 2026
The F People

F stands for Fabulous—a world where extraordinary people and remarkable products come together to inspire and uplift each other. It’s a dynamic space where influence flows both ways, creating a ripple effect of empowerment and creativity.

Follow Us

Browse by Category

  • Beauty & Wellness
  • Engine
  • Highlight
  • News
  • Opinion
  • People
  • Style
  • The F Teen
  • Travel & Gourmet

Recent News

Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

Paper Menagerie #3: On Equal Grounds, Ketika Kertas Menjadi Ruang bagi Memori, Identitas, dan Sejarah

19 September 2026
Ashva Swiss-Belresort Ubud Resmi Dibuka, Merayakan Wajah Baru Luxury Hospitality di Bali

Ashva Swiss-Belresort Ubud Resmi Dibuka, Merayakan Wajah Baru Luxury Hospitality di Bali

18 September 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 The F People. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • People
  • Style
  • Beauty & Wellness
  • Travel & Gourmet
  • Engine
  • Highlight
  • Opinion
  • THE F INSIDER

© 2024 The F People. All Right Reserved.