CLARISSA dan LIBARRON tidak dibangun dengan tujuan bahwa pasar domestik adalah tujuan akhirnya. Sejak awal, keduanya dirancang dengan satu arah yang jelas: keluar. Bukan sebagai produk yang ingin “mencoba peruntungan” di luar negeri, tetapi sebagai premium spirits yang memang disiapkan untuk berdiri di pasar global.

Produk ini lahir di Bali, dikembangkan dengan perspektif internasional di Singapura, lalu dipersiapkan untuk ekspor melalui kerja sama dengan mitra lokal di Jepang. Pasar Jepang dipilih karena standarnya. Di sana, detail diperhatikan, kualitas diuji tanpa kompromi, dan cerita di balik sebuah produk sama pentingnya dengan isinya. CLARISSA dan LIBARRON masuk ke pasar itu bukan sebagai produk eksotis, tetapi sebagai brand yang siap diuji secara setara.
Semua ini dijalankan melalui kolaborasi antara PT Lovina Beach Brewery Tbk dan COCO BALI Pte Ltd. Keduanya sepakat bahwa jika sebuah produk ingin diterima secara global, maka kualitas, positioning, dan narasinya harus diselesaikan sejak awal. Bukan diperbaiki di tengah jalan.
CLARISSA: Berangkat dengan Nada yang Berbeda.
CLARISSA lahir dari pengamatan yang sederhana, namun sering diabaikan. Industri minuman beralkohol premium terlalu lama berbicara dengan satu suara, CLARISSA memilih untuk berbicara dengan cara lain Lebih tenang., Lebih personal, Lebih jelas menyebut siapa yang ingin diajak bicara.
Diciptakan oleh seorang perempuan dan dipersembahkan untuk perempuan, CLARISSA sejak awal dirancang untuk pasar internasional yang semakin menghargai mindfulness, wellness, dan pengalaman yang tidak agresif.
Clarissa Ady Sumasto Tjia, Creative Director CLARISSA, menyampaikan bahwa “CLARISSA adalah minuman beralkohol pertama di Indonesia yang menggunakan dua bahan tropis terbaik dari Bali, yaitu Coconut Kopyor dan Golden Salak, yang sejak awal dirancang khusus untuk segmen perempuan.”
Formulasi CLARISSA dibangun dengan kesabaran yang sama. Proses distilasi dilakukan hingga enam kali untuk menghilangkan impurities, menghasilkan karakter rasa yang halus dan elegan, dengan aroma coconut cream, vanilla orchid, dan golden salak. Pendekatan health and wellness tidak dijadikan klaim utama, melainkan hadir secara alami melalui kandungan vitamin C, D, E, dan antioksidan yang menyatu dengan pengalaman minum.
Sebelum melangkah ke pasar ekspor, CLARISSA lebih dulu mencatatkan pengakuan di dalam negeri melalui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai minuman beralkohol pertama di Indonesia yang dipasarkan khusus untuk segmen perempuan. Bagi timnya, pengakuan ini bukan puncak pencapaian, melainkan penanda bahwa arah yang diambil sudah tepat.
Di Jepang, CLARISSA dipasarkan melalui kanal premium dan experiential marketing, seperti tasting session dan kolaborasi lifestyle, dengan target perempuan urban dan komunitas wellness. Pasar ini dipilih karena kedekatannya dengan nilai yang sama kesederhanaan, keseimbangan, dan apresiasi terhadap detail.
LIBARRON: Tradisi yang Diberi Ruang Baru.
Jika CLARISSA bergerak dengan kelembutan, LIBARRON melangkah dengan keyakinan yang lebih tegas. Sejak awal, LIBARRON diposisikan sebagai whisky Skotlandia pertama yang diciptakan di Bali, sebuah pernyataan yang sengaja tidak dijelaskan berlebihan.
Jacob Suryanata, Creative Director LIBARRON, menjelaskan pendekatan tersebut dengan mengatakan bahwa “produk ini memadukan tradisi distilasi Skotlandia dengan energi tropis Bali, untuk menciptakan karakter yang unik dan autentik.” Bali tidak hanya menjadi latar, tetapi bagian dari proses. Panas, kelembapan, dan kondisi vulkanik dimanfaatkan melalui teknik precision aging untuk mempercepat interaksi antara spirit dan cask oak, tanpa mengorbankan keseimbangan rasa.
LIBARRON juga membawa seni ke dalam narasinya. Kolaborasi LIBARRON Whisky x Van Gogh Starry Night Limited Edition menjadi salah satu tonggak penting, sekaligus mengantarkan pengakuan MURI sebagai wiski lokal pertama yang berkolaborasi dengan Museum Van Gogh. Dengan produksi global yang dibatasi hanya 1.889 botol, edisi ini ditujukan bagi kolektor dan pasar ekspor premium yang menghargai craft, cerita, dan eksklusivitas.
Jepang menjadi salah satu pasar utama LIBARRON karena kuatnya budaya whisky dan basis kolektor yang matang. Distribusinya dilakukan secara selektif, melalui high end bars, hotel bintang lima, dan butik whisky premium, dengan dukungan mitra lokal yang memahami pasar dari dalam.
Prestasi Lokal Untuk Dunia
Baik CLARISSA maupun LIBARRON tidak melangkah ke pasar global dengan narasi kosong. Sebelum diekspor, keduanya lebih dulu menyelesaikan fondasinya dan mencatatkan prestasi di dalam negeri melalui berbagai pengakuan MURI. Prestasi ini tidak diposisikan sebagai hiasan, melainkan sebagai bukti bahwa diferensiasi produk telah diuji di rumah sendiri.
Bagi PT Lovina Beach Brewery Tbk, langkah ekspor ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membawa craft spirit Indonesia ke kelas dunia, bekerja sama dengan mitra lokal di setiap pasar tujuan agar setiap produk hadir dengan konteks yang tepat.
CLARISSA dan LIBARRON pada akhirnya bukan sekadar produk dari Bali yang dijual ke luar negeri. Keduanya adalah brand yang dibuat di rumah untuk dunia, dan diluncurkan saat ceritanya utuh.













