Dari pesisir Sanur, sebuah perayaan mode membuka pertemuan antara kreativitas, budaya, dan peluang bagi karya Indonesia. Di antara garis pantai dan laut terbuka, busana menemukan panggung yang berbeda. Runway Sanur Fashion Week membentang di atas pemecah ombak Pantai Sanur. Laut dan pesisir ikut membentuk pengalaman menikmati koleksi, memberi penyelenggaraan perdananya karakter yang lekat dengan tempatnya lahir.
Daya tariknya terletak pada kesempatan untuk merayakan kreativitas dari Pulau Dewata. karya yang diperkenalkan, orang-orang yang dipertemukan, dan keinginan bersama untuk membawa mode Indonesia menjangkau lebih banyak penikmatnya.
Berlangsung di kawasan ICON Bali Mall, Sanur Fashion Week menghadirkan 16 brand dan desainer dengan tema “Woven in Cultural Legacy”. Cap Bali Foundation & Friends menggagas acara ini sebagai ruang pertemuan antara mode, budaya, dan pariwisata.
Peluangnya menarik. Sebagai tujuan wisata berbagai negara, Bali mempertemukan pelaku kreatif lokal dengan pengunjung dari beragam latar belakang. Penyelenggara ingin mengembangkan pertemuan itu menjadi kesempatan bagi label Indonesia untuk dikenal wisatawan, pembeli, distributor, investor, media, dan pelaku industri internasional.
Kami mengapresiasi upaya untuk mewujudkannya. Sebuah acara baru membutuhkan orang-orang yang bersedia menyatukan gagasan, tenaga, dan kepercayaan. Pada edisi pertama ini, kerja bersama tersebut mendapat panggungnya. Pembukaannya menjadi salah satu keberhasilan yang paling berkesan. Musik, tarian, dan mode hadir dalam perayaan Indonesia yang meriah sekaligus hangat. Rangkaian acara mencakup penampilan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo yang membawakan “Laskar Pelangi”, tarian tradisional Indonesia dengan iringan musik karya Alffy Rev, serta penampilan XYRA.
Dukungan pemerintah turut memberi arti bagi penyelenggaraan perdana ini. Kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan perhatian terhadap upaya mempertemukan kebudayaan dengan pengembangan usaha kreatif.
Pertemuan berbagai pihak ini menjadi awal yang menggembirakan. Mode melibatkan banyak bidang, sejak pengetahuan tentang bahan dan keterampilan membuat hingga cara sebuah karya diperkenalkan kepada pembelinya. Ada kesempatan untuk saling mendukung di sepanjang proses tersebut.
Pilihan lokasi memperkuat karakter acara. Penyelenggara ingin menghadirkan suasana Sanur yang tenang, elegan, dan dekat dengan budaya melalui runway di atas pemecah ombak. Dengan pantai dan laut sebagai bagian dari pengalaman, gagasan itu memberi Sanur Fashion Week identitas yang mudah diingat.
Selama dua hari, panggungnya mempertemukan nama-nama dari ranah busana dan perhiasan. Hari pertama menghadirkan Cap Bali, Harini Eco, Kahyangan Jewelry, Haluan Bali, Wira Silver Bali, Yousee, Nataoka, dan Clavaan. Hari kedua menampilkan Dave Lou, Sinar Bintang Boutique, Dianca, Kaory Fashion Style, Baliabe.Com, HannadTheGorgeous, IDB Bali, dan Alami.
Di balik setiap penampilan, ada banyak pekerjaan yang ikut layak mendapat perhatian. Desainer, perajin, pembuat pola, penjahit, penata gaya, dan seniman pertunjukan menjadi bagian dari kehidupan kreatif yang memungkinkan acara ini hadir. Kisah mereka membuat mode semakin menarik untuk diikuti. Mengetahui bagaimana sebuah bahan dipilih, teknik dipelajari, atau detail diselesaikan membantu kita melihat nilai yang mungkin tidak langsung terbaca dari kejauhan.
Tema “Woven in Cultural Legacy” membuka kesempatan untuk mengenalkan proses tersebut lebih dekat. Warisan budaya terus menemukan bentuk baru melalui desain, sembari menjaga hubungan dengan pengetahuan dan masyarakat yang melahirkannya. Cerita tentang hubungan inilah yang dapat memperkaya pengalaman penonton.
Seiring perkembangannya, semoga Sanur Fashion Week memberi semakin banyak ruang bagi percakapan di sekitar koleksi. Sesi bersama desainer, pengenalan tekstil, atau demonstrasi keterampilan oleh perajin bisa menjadi pelengkap yang menarik. Pengunjung dapat menikmati busana sekaligus mengenal perjalanan di balik pembuatannya.
Arah kurasi pun dapat dikembangkan secara bertahap. Menghubungkan beberapa presentasi melalui bahan, teknik, atau gagasan tertentu akan membantu penonton menemukan benang merah, sambil tetap memberi ruang bagi karakter masing-masing desainer.
Sanur Fashion Week baru memulai perjalanannya. Edisi pertama telah memperkenalkan panggung yang khas, mempertemukan para pelaku kreatif, dan menghadirkan pembukaan yang merayakan Indonesia dengan penuh kebanggaan.
















