Menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, PURANA, rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia, mempersembahkan “PURANA 17: Renjana Perca”, sebuah gerakan yang merayakan 17 tahun perjalanan kolaborasi seni sekaligus menggaungkan semangat ekonomi sirkular, sustainable luxury, dan kemerdekaan berkarya.
Berlangsung pada 14–23 Agustus 2026 di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, Renjana Perca dirancang bukan sekadar sebagai eksibisi temporer, melainkan sebagai gerakan kebanggaan nasional yang menghubungkan fashion, seni, budaya, inovasi, dan keberlanjutan.
17 Tahun Kolaborasi, 12 Seniman, Satu Semangat Indonesia
Di balik perjalanan 17 tahun PURANA, Founder & CCO Nonita Respati membangun filosofi Livable Art melalui kolaborasi erat dengan para seniman dari berbagai penjuru Nusantara. Kekayaan budaya, flora, fauna, lingkungan, dan narasi Indonesia diterjemahkan menjadi motif yang menjadi identitas khas PURANA.
Dalam Renjana Perca, sebanyak 12 seniman kolaborator dipertemukan kembali. Mereka merupakan para sahabat karya yang telah tumbuh bersama PURANA selama bertahun-tahun, mulai dari talenta muda yang kini menjadi nama besar di dunia seni hingga maestro legendaris seperti Sutjipto Adi.
“Selama 17 tahun, perjalanan PURANA dalam menghidupkan filosofi ‘Livable Art’ bukanlah perjuangan saya seorang diri,” ujar Nonita Respati. “Eksibisi ini dirancang bukan sebagai akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh komunitas yang lebih luas.”
Dari Limbah Menjadi Luxury: Waste-to-Weave
Salah satu sorotan utama pembukaan adalah demonstrasi “Waste-to-Weave”, yang memperlihatkan proses pengolahan limbah botol plastik menjadi serat kain siap pakai.
Melalui presentasi langsung oleh Nonita Respati, pengunjung diajak melihat bagaimana limbah plastik industri dapat memperoleh kehidupan kedua dan diolah menjadi tekstil bernilai tinggi. Inisiatif ini menjadi representasi nyata bagaimana circular fashion di Indonesia dapat berjalan berdampingan dengan estetika dan prinsip sustainable luxury.
Arsitektur dari 100% Kardus Daur Ulang
Semanga zero-waste juga diterapkan pada ruang eksibisi. Area Renjana Perca menggunakan arsitektur yang dibuat dari 100% kardus daur ulang, hasil kolaborasi bersama DusDukDuk dan seniman spasial Arief Susanto.
Konsep tersebut dirancang untuk menghasilkan hampir nol limbah selama penyelenggaraan sekaligus memperkenalkan kebiasaan sirkular yang dapat diterapkan kembali oleh komunitas dan masyarakat luas.
Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Berkelanjutan
Dukungan terhadap Renjana Perca juga hadir dari berbagai pihak. Grand Indonesia menempatkan kolaborasi ini sebagai bagian dari peran pusat perbelanjaan dalam mempertemukan komunitas, budaya, seni, dan inovasi sirkular.
Sementara itu, Wardah melalui ParagonCorp turut mendukung semangat Kemerdekaan Berkarya dengan mendorong talenta dan karya lokal untuk terus berkembang. Kolaborasi lintas industri ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak lagi menjadi wacana eksklusif fashion, tetapi menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang lebih luas.
Dengan PURANA 17: Renjana Perca, perayaan ulang tahun ke-17 hadir sebagai refleksi perjalanan sekaligus pernyataan tentang masa depan: bahwa karya Indonesia dapat tetap berakar pada budaya, bergerak bersama inovasi, dan tumbuh melalui prinsip keberlanjutan.














